TAUHID

TAUHID

Perlu kita ketahui…! Semoga Allah memberi rahmat kepada kita sekalian, karena wajib bagi setiap orang yang ingin menuju jalan akhirat, ia harus menghimpun dan menjalani antara syari’at dan hakekat. Karena hakekat tanpa syari’at akan batal dan syari’at tanpa hakekat akan menjadi sia-sia.

Demikianlah celakanya orang yang hanya berpegang kepada hakekat tanpa syari’at. Alasan mereka seolah-olah benar, padahal syari’at adalah perintah Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya. Dan bila masuk surga karena semata-mata karunia Allah, lalu untuk apa Allah membuat aturan yang harus dan wajib dilakukan dan yang wajib ditinggalkan ???… Oleh karena itulah hakekat anpa syari’at adalah jalan yang kurang bijak.

Adapun orang yang hanya berpegang pada syari’at saja, dan ia beranggapan bahwa seseorang itu masuk surga hanya karena amal perbuatannya, dan jika tidak beramal maka timbangan pahalanya sedikit, sehingga kecil kemungkinannya masuk surga. Alasan seperti ini juga tidak bijak, karena sholat selama seribu tahunpun, belum cukup untuk membayar ni’mat mata yang sebelah saja dari Allah. Apalagi dengan banyaknya ni’mat yang Allah berikan kepada para makhluk-Nya.

Sayyidina Ali karamahullahu wajhah telah mengatakan, bahwa orang yang mengira bisa masuk surga tanpa amal ibadah adalah orang yang melamun. Dan orang yang mengira bahwa dengan amalnya ia masuk surga, maka yang demikian itu hanya akan melelahkan dirinya saja.

Oleh karenanya orang harus memegang kedua-duanya, yaitu hakekat dan syari’at.

Jika kamu bertanya, “Apa ada batas dalam Ilmu Tauhid, seperti yang disebutkan itu, agar orang bisa mengetahuinya tanpa guru ?”. Maka ketahuilah olehmu, bahwa guru itu sebagai pembuka jalan untuk mengetahui batas tersebut. Dan jika bersama guru akan lebih mudah, dan Allah dengan karunia-Nya akan memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada hamba yang dikehendaki-Nya. Dalam hal demikian, Allah jualah yang mengajarkan kepada mereka.

Beberapa Ilmu perlu kita pelajari dan pahami, terutama Ilmu Tauhid dan Tasawuf sebagai bahan dasar dan fundamen untuk beribadah secara keseluruhan. Yang pada akhirnya membuahkan sikap, perkataan dan perbuatan kita pada jalan-Nya, untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa Allah Ta’ala memberikan wahyu kepada Nabi Daud, a.s yaitu firman-Nya. “ Wahai Daud !… Peliharalah olehmu ilmu-ilmu yang bermanfa’at !”

Daud a.s. berkata, “Wahai Tuhanku, ilmu apakah yang bermanfa’at itu ?… Allah berfirman, “Adalah ilmu yang berfungsi untuk mengetahui keluhuran, keagungan dan kebesaran-Ku serta kesempurnaan atas kekuasaan segala sesuatu. Inilah yang mendekatkan kamu kepada-Ku.

Yang dimaksudkan oleh firman Allah diatas adalah ilmu Tauhid, yaitu ilmu yang membahas tentang ke-Mahaesaan Allah, keagungan-Nya, kesuician-Nya dari sifat-sifat yang dituduhkan oleh orang-orang kafir, serta ke-Mahakuasaan-Nya terhadap segala sesuatu.

( bersambung … )