SPIRITUALIS SEJATI

SPIRITUALIS SEJATI

Bagi orang-orang yang sudah mencapai kesadaran tinggi khususnya para spiritualis sejati, mengatakan, “bahwa : tujuan inti hidup manusia adalah kembali kepada Sang Maha Pencipta. Dalam perjalanan menuju KESEJATIAN ini, kita harus melewati segala rintangan dan tantangan di tengah hiruk pikuknya alur kehidupan. “

Ya,.. bagi siapa saja yang telah mampu mencapai kesadaran tinggi serta para spiritualis sejati, maka berbahagialah. Karena Hidayah Tuhan telah tercurah kepada mereka. Tetapi perlu diingat sahabat,… bahwa itu semua belumlah sempurna, jikalau saja aplikasi yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari tidak menunjukkan relevansinya.

Lalu ciri-ciri apakah yang menunjukkan relevansi dan kesempurnaannya ? Pada dasarnya ada beberapa ciri-ciri yang bisa dilihat, dirasakan, dilakukan dan diamati. Baik itu yang secara umum maupun secara khusus.

Berikut ini kami paparkan sedikit 3 CIRI UTAMA yang umum :

1. Kesadaran mental, emosional dan spiritualnya tinggi.

Mereka sudah tahu jati diri, arah tujuan hidup dan kontrol diri. Sehingga segala niatan, sikap dan perbuatannya terkontrol dari segala perbuatan yang kurang terpuji.

2. Pola pikirnya sudah berubah, menjadi KEPASRAHAN DAN PENGABDIAN DIRI kepada Sang Pencipta.

Segala apa yang dilakukannya dia pasrahkan dan persembahkan kepada Tuhannya, sebagai bukti pengabdian kepada-Nya tanpa mengharapkan balasan dari Tuhannya sekalipun, apalagi mengharapkan balas jasa dari makhluk-Nya.

3. Selalu menebarkan cinta kasih dan nilai-nilai kebaikan kepada apa dan siapa saja.

Aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari ia lakukan dengan penuh komitmen. Sehingga dimana saja ia berada selalu menebarkan cinta kasih dan nilai-nilai kebaikan kepada siapa saja, tanpa memandang status, derajat, SARA, dan lainnya yang hanya merupakan topeng dan simbol-simbol lainnya yang menutupi jati diri sebagai manusia.

Jadi, jangan pernah merasa diri telah mencapai KESADARAN TINGGI dan menjadi SPIRITUALIS SEJATI, jika belum melaksanakan 3 POINT diatas secara konsekwen dan komitmen yang tinggi. Pun jika sudah diraih, itupun kurang pantas dan bijak jika untuk di sombongkan, karena itu semua merupakan HIDAYAH dan KASIH dari Sang Maha Pencipta.

Jika saja kita mau belajar terutama bagi warga Negara Indonesia, maka proses menuju NUSANTARA JAYA akan kita rasakan. Belajarlah pada orang-orang yang sudah TAHU DITAHUNYA DAN LULUS PENGETAHUANNYA.

Semoga Kasih dan Damai menyertai kita semua.

11 Komentar (+add yours?)

  1. kangBoed
    Apr 16, 2009 @ 14:21:05

    Siapakah diri kita ini ???
    Sehingga dengan sombongnya selalu mengaku ngaku…
    Selalu merasa rasakan ya ya ya merasa…. segalanya

    Padahal semua sudah tertulis berjuta tahun yang lalu
    Kita ini cuma dagelan alias khayalanNYA
    Semua terjadi menurut alur cerita skenario DIA

    Semua hanya menuruti qudrat dan iradat NYA
    sehingga segala sesuatu hanya bisa terjadi karena ijinNYA
    tak ada peran kita disana dalam menentukan

    Itulah bagi yang mau berfikir tentang diri
    Akhirnya Mengerti sejatinya diri kita adalah…….
    yayaya… La Hwalla Walla Quwata……….

    Dalam ketak berdayaan dibutuhkan pegangan yang kuat
    Dalam ketidak mampuan ditarik oleh Yang Maha Mampu
    Dalam kelemahan dan kekosongan datanglah ketenangan jiwa

    Tumbuhlah pohon CINTA dalam kesejatian diri
    Terbit bagai mentari pagi pancaran Nur IMAN
    Sebagai penerang langkah dalam menyelesaikan tugas disini

    Inilah langkah pemurnian sejati
    demi mencapai sejatinya Lahwalla walla Quwatta
    Hilang lenyap dalam pelukan Sang KEKASIH

    Dan kembalinya hanya Untuk menjalankan sebuah Dharma
    Berbekal akhlakul kharimah yang terbit dari kesadaran diri sejati
    Untuk berkarya dan mencipta demi kebersamaan..

    Salam Persahabatan dari Bandung…

    Balas

  2. mrsabdopalon
    Apr 18, 2009 @ 13:21:52

    salam…

    cinta kan selalu dapat bersemi mekar dan mewangi
    dimana dan kapan saja ia inginkan
    jika saja kepasrahan diri tertanam dari lubuk sanubari

    cahaya iman kan dapat menerangi sang pribadi
    walaupun setitik ia terpancar
    karena itu anugerah tak ternilai dari sang Gusti

    langkah demi langkah menyusuri riak riuh gelombang jagad
    jangan pernah ragu dan takut jika gelombang dan badai
    menerpa
    pun demikian itu adalah bagian dari peran yang harus dijalankan

    karena tugas tak akan pernah selesai
    dan roda kan selalu berputar
    hanya jubah saja yang berbeda

    karena diri-Ku, diri-Mu dan diri-Nya adalah satu
    pun demikian, sang kekasih tak kan pernah meninggalkan terkasih-Nya

    dharma kan selalu terpancar dari sang abdi
    yang tahu diri dan berbudi

    mari berkaya
    hilangkan semua beda
    menuju NUsantara Jaya

    Terima kasih dan salam kenal u/ mas boed
    moga sukses selalu

    Balas

  3. MUSYRIK
    Apr 19, 2009 @ 06:55:02

    Malam itu akhirnya terbuka sudah kebodohanku
    Ternyata perjalanan telah membuatku bingung akan sebuah definisi
    Definisi tang tak pernah terdefinisikan
    Ternyata semua palsu tak berarti apa apa kooosoooong

    He he Jalan Cinta sungguhlah luar biasa
    Jerit tangis kerinduan dan derai air mata kepasrahan
    Oh getaran itu ketika datang menggetarkan seluruh jiwaku
    Kadang kutak sadarkan diri mengikuti rasaaa itu

    Kadang kuberperan sebagai seorang yang histeris tak bisa menahan kata berhamburan
    Kadang ku hanya bisa terdiam menangis tak berdaya
    Kadang ku hanya berteriak memuji KeagunganNYA dalam kelemahanku
    Kadang ku mabuk ….. mabuk anggur cinta Ilahi

    Membuat ku hanya bisa terduduk lemas tak bertenaga
    Terbawa lamunanku yang kian melambung dan melambung semakin tinggi
    Seakan aku hidup dalam dunia lamunanku yang tiada batasnya
    Berjalan mondar mandir kesana kemari tanpa khawatir lagi

    Lamunan itu membuat ku semakin dalam, dalam lamunan
    Tak perduli orang berkata apa, sejelek apapun tak pernah kuhiraukan
    Karena terlanjur kudapatkan keindahan walau hanya dalam lamunan
    Sesuatu yang tak pernah disangka bisa kudapatkan di dunia nyata

    Sekali lagi semua kudapatkan walau hanya dalam lamunan
    Kutemukan diriku kosong terduduk dalam sebuah penyaksian
    Dalam sebuah penyembahan yang tiada hentinya
    Sungguh penyembahan yang tak terikat ruang dan waktu

    Tak kusangka hanya kekosongan dan kekosongan yang kutemui
    Kekosongan yang membangkitkan ketenangan yang luar biasa
    Ketenangan yang membangkitkan kesadaran sang diri
    Kesadaran yang sungguh tumbuh dalam lamunanku akan diri sejati

    Bersinar bagaikan sinar sang surya yang terbit dari kedalaman dasar jiwaku
    Terangnya mengikis habis semua kegelapan dalam relung jiwa
    Sungguh Jiwa yang tercerahkan oleh kesadaran diri sejati
    Sinarnya begitu menyilaukan mencorong tak satu makhluk pun kuasa menatap

    Diam
    Kosong
    Hampa
    Sirr

    Yah ketika kesadaran telah meliputi sang diri
    Saat itu dualitas telah lenyap dan hancur
    Yang tinggal hanyal Esa tak berbagi
    Meliputi semua kehadiran kita dimuka bumi ini

    Kesadaran sejati tak terikat ruang dan waktu lagi
    Tiada lagi benar dan salah karena semua untuk Yang Maha Meliputi
    Tak terikat apapun karena yang tak berwujud sudah mewujud
    Yah inilah sekedar lamunan si botoooool koooosoooong

    Botol kosoooong yang hanya bisa melamuuun
    Melamunkan botol kosoong nya diisi terus oleh Yang Maha Mengisi
    Tapi isinya tetap kosooong habis terbuang berceceran
    Sehingga lamunan si botoool kosooooong tak berkesudahan he he he

    SALAM SAYANG

    Balas

  4. kangBoed
    Apr 19, 2009 @ 06:57:53

    eeee… kok puisiku dicopy paste sama mas/mBak MUSYRIK tapi gak apalah…. hehehe… yayaya…. Salam Sayang Juga….

    Balas

  5. mrsabdopalon
    Apr 24, 2009 @ 12:11:17

    Salam

    hehehe… ndak usah ribut2, lanjutin dan ungkapkan saja semua asa yang terasa, sebagai sebuah asahan dan akan menjadi semakin terasah, menuju hidup yang terasa dan terasah.

    mana nih syair2 dan komentarnya ???

    peace…peace…

    Balas

  6. kangBoed
    Apr 26, 2009 @ 03:26:36

    hmmm…. biarlah hidup kita semua seperti air yang mengalir…. yayaya….. air yang mengalir… mau berada dimanapun… air comberan, air cubluk, air hujan, air limbah akhirnya masuk kedalam sungai dan tetap mengalir mengikuti gerak aliran sungainya untuk kembali bersama sama kedalam samudera luas…. hmmm dari berbentuk bentuk dan berwarna warna meliputi bau yang berbeda beda ketika akhirnya kembali kepada samudera raya…. hmmm…. segala macam bentuk, warna, rupa, dan bau sudah hilang menjadi satu dalam satu tak berbagi…. yayyayaya…. yang tertinggal hanyalah AIR LAUT dan SIFAT ASINNYA….
    hmmm….
    Seperti asalnya api maka akan kembali kepada api
    Seperti asalnya tanah maka akan kembali kepada tanah
    Seperti asalnya air maka akan kembali kepada air
    Seperti asalnya debu maka akan kembali kepada debu…
    Dan Asalnya dari Allah maka semua akan kembali kepada Allah.

    yayaya…. setuju sekali… tetapi harus diingat bahwa semua unsur itupun asalnya dari mana ????
    “Asalnya dari Allah maka semua akan kembali kepada Allah.”
    yayaya meliputi lahir dan bathin dari ujung kaki sampai ujung kepala…. SEMUANYA berasal dari ALLAH…. yayaya… INNALILLAHI WAINNALILLAHI ROJIUN meliputi seluruh kehadiran sang diri ini baik yang maujud dan tak berwujud adalah dari NYA….. itulah Maqom La Maqom….. yayaya…. semoga…. semua sudah bergerak dengan sendirinya yayaya seperti air yang mengalir…. karena si aku telah benar benar lenyap…. dalam SEJATINYA La Hwalla Walla Quwata…… hmm…. yayaya…. semoga ya ya ya….

    Salam Sayang

    Balas

  7. pengembarajiwa
    Apr 26, 2009 @ 19:27:55

    Sungguh…… kesadaran itu sangat….sangat…sangat lah utama sekali di dalam kehidupan ini….
    Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin taubat seseorang bisa diterima?
    Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin Amal Ibadah bisa sampai kepada Allah?
    Tanpa kesadaran maka manusia itu akan terombang ambing oleh kebingungan dan kegelisahan di jiwanya…….

    Saudaraku……… Sahabatku……….Kawanku……….

    ketahuilah oleh kita semua….., bahwa Allah Swt itu sangatlah nyata senyatanya….. dengan apa kita melihat Allah itu nyata?
    yaitu melali kenyataan yang sudah dinyatakan-Nya atas kita berupa kenikmatan.
    Ketahuilah bahwa apa saja yang ada pada diri kita semuanya itu adalah nikmat Allah. DAri ujung rambut sampai ujung kaki, Zahir maupun BAtin, Ruh dan Jasad, luar maupun dalam, atas maupun bawah, kanan dan kiri, muka dan belakang semuanya adalah Nikmat Allah Swt. Meliputi bulu, kulit, darah, daging, tulang, otak, sum2, penglihatan, pendengaran, penciuman, pengrasa, nyawa, jalal, jamal,qohar dan kamal segalanya tidak ada yang ada selain Nikmat Allah yang menunjukkan Allah Swt sangat….sangat…sangat…. dekat sekali dengan diri kita.

    Jika kesadaran itu tertanam pada relung jiwa yang paling dalam bahwa apa saja yang ada pada diri kita ini senantiasa di liputi oleh Allah dengan dinyatakan-Nya melalui Nikmat-nikmat-Nya tadi maka kemudian sadarilah lagi bahwa setiap waktu bahkan setiap detik pun dari buka matasampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam tidak ada yang ada melainkan semuanya senantiasa dalam rahmat dan Kasih Sayang Allah.

    Itulah yang membuktikan bahwa Allah itu senantiasa memperhatikan Hamba-Nya…….
    Siapakah yang mengatur Jantung sehingga berdetak?
    Siapakah yang mengatur nafas sehingga bisa naik dan turun?
    Siapakah yang mengatur darah sehingga mengalir keseluruh Tubuh?
    Siapakah yang mengatur kedipan Mata sehingga senantiasa berkedip?
    semuanya itu Allah lah sang Maha Pengatur….. Allah lah sang Maha Pemelihara….. yang senantiasa mengawasi akan Hamba-Nya

    Jika kesadaran itu telah melekat pada diri, maka itulah yang dikatakan mereka yang senantiasa ingat akan Allah baik dalam keadaan berdiri, berduduk, maupun berbaring, bahkan bukan hanya itu saja… mereka itu senantiasa ingat kepada Allah baik dari buka mata sampai tutup mata kembali setiap waktu setiap detik 24 jam sehari semalam baik di sadari maupun tak disadari baik diketahui maupun tidak di ketahui dirasakan maupun tidak dirasakan…. kuncinya ada pada “KESADARAN”. karena kesadaran itulah yang akan merubah seseorang menjadi baik dan terlebih baik lagi. dan itulah sebenar2nya Zikir Khofi/Sir yaitu Ingat Allah secara sirr/Rahasia/Halus yaitu ingat kepada Allah dengan tumbuhnya kesadaran jiwa. Bahwa tidak ada yang ada pada diri semuanya adalah Nikmat Allah sebagai bukti nyata, bahwa Allah meliputi diri. Wa Fii Anfusikum Afala Tub’siruun (Dan Pada diri kamu…….. mengapa engkau tidak memperhatikannya)

    Dan kesadaran itulah yang akan membawa dirinya menjadi semakin dekat dan cinta kepada Allah yang senatiasa memperhatikannya di setiap waktunya.

    Bergembiralah bersama Allah melalui Nikmat-Nya yang ada padamu…………
    Tersenyumlah selalu bersama Allah melalui Rahmat Kasih Sayang-Nya yang meliputi dirimu disetiap waktu….

    Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu tersenyum dan bahagia…. dan tentunya tidak ada lagi rasa kehawatiran dan ketakutan…, dikarenakan ia sadar sesadar sadaranya bahwa Allah beserta ia diamanpun ia berada.

    Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu gembira dan bersyukur…. dan tentunya tidak ada lagi rasa duka dan sedih…, dikarenakan ia sadar sesadar sadarnya bahwa Rahmat Kasih SAyang Allah senantiasa meliputi dirinya di setiap waktu dari buka mata sampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam baik dalam keadaan jaga maupun tidur, berdiri, duduk , berbaring.

    Wahai saudaraku……Sahabatku…..Kawanku…..

    Pahamilah…… dan renungkanlah serta sadarilah……

    Subhanallah…..Subhanallah….Subhanallahil ‘Adziiim
    Laa Hawlaa Wa Laa Quwwata Illa Billa hil ‘Aliyyil ‘Adziiim.

    Balas

  8. Rina 84
    Apr 27, 2009 @ 04:21:40

    hehehe…

    mas-mas ini pada pandai berargumentasi…

    kalau begitu, boleh dong minta saran / nasehat nya.
    1. bagaimana belajar & tehnik menuju Allah yg terbaik, efisien dan efektif ???
    2. bagaimana caranya hidup sukses didunia dan akhirat ???
    3. bagaimana tehnik untuk mempercepat dan mengembangkan serta meningkatkan kesadaran diri menuju KESADARAN SEJATI ???

    kalau bisa syarat, laku atau tata caranya jangan pake ribet alias susah banget… sekarang kan jaman modern. Nah gimana nich yang pada ahli spritualnya … kasih masukan dong bos ….!

    makasih ya sebelum dan sesudahnya…

    Balas

    • Anonim
      Mei 05, 2014 @ 16:13:44

      Gampang neng, hiduplah seperti alam. Dengan kondisi apapun tdk tergoyahkan. Dia hanya memberi tdk sedikitpun mengharap pahala agar masuk sorga. Sama dgn yg dikatakan LAOTZE jadilah seperti bayi yg belum bisa tersenyum, bayi yg belum bisa tersenyum adalah bayi yg belum punya ego, dia akan pasrah dgn keadaan. Kata Aji Saka, jika ingin sempurna buanglah semua kanuragan yg kita miliki, lebih baik kita tidak tau, dgn ketidaktahuan maka walaupun salah masih bisa dimaafkan. Gampang ngomongnya tapi mampukah kita menjalankannya??!!!!!…

      Balas

  9. arif
    Nov 13, 2012 @ 03:47:25

    askum,, apkah saya daPT belajr,, tentg kehdupan yg sesunggauh nya karena saya kurang dapat mengndalikan diri dr mulai lahir dan bathin,,

    Balas

  10. Trackback: SPIRITUALIS SEJATI | Info Dunia Ghaib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: