MENJADI POLITISI ADALAH SEBUAH PENGABDIAN

Memilih karier sebagai politisi di Indonesia, memang susah-susah gampang. Susahnya, ditengah masyarakat yang sedang susah, segala perbuatan yang tidak baik pasti akan cepat terkuak. Dalam hitungan jam, maupun beberapa hari perilaku tersebut dapat diketahui oleh masyarakat terlebih lagi di era informasi sekarang ini yang cukup pesat.

Ada juga yang mengatakan kalau menjadi politisi tersebut gampang. Asal mempunyai uang, mempunyai minat terhadap kesejahteraan rakyat maka orang tersebut bisa masuk menjadi anggota partai politik dan kemudian berkecimpung didalamnya.

Tetapi yang harus kita renungkan, bahwa menjadi politisi tersebut sesungguhnya adalah sebuah PENGABDIAN. Pengabdian ini tidak sekedar kepada Negara, tetapi terlebih kepada masyarakat. Partai politik hanya sebagai wadah saja agar pengabdian tersebut bisa berlangsung dengan lebih terkoordinir. Tetapi faktanya jauh sekali dengan di lapangan, jadi memang di perlukan penanaman moral, nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan serta nasionalisme kepada para politikus kita.

Kebetulan di Indonesia secara garis besar boleh dikatakan, pengabdian politisi tersebut harus dilakukan melalui partai. Menjadi politisi harus siap dengan waktu yang terkuras bahkan waktunya banyak terbuang untuk organisasinya ketimbang keluarganya. Juga ia pun harus rela uang pribadinya terkuras.

Dengan konteks itulah, maka kita khawatir dengan berbagai penyimpangan dan manuver politik yang terlihat di setiap pemilu, baik itu di tingkat daerah maupun di tingkat pusat.

Di tingkat bawah, kita dukung aparat keamanan yang mengusut calon anggota legislatifnya yang berbuat menyimpang. Di tingkat atas kita dukung KPK untuk menindaklanjuti calon maupun anggota legislative yang berbuat korupsi. Tetapi bagaimana terhadap maneuver politik tingkat pada tingkat eksekutif ???

Saat ini sudah jelas, bahwa pasangan SBY-JK tidak akan bergabung lagi. Keadaan ini memicu dinamika tinggi pada tingkat elit politik pusat. Pemilihan Presiden yang berlangsung bulan Juli nanti, justru kini terasa di bulan Maret dan April. Artinya, baik perhatian maupun strategi untuk pemilihan presiden tersebut, lebih popular di bandingkan dengan pemilu legislative yang akan diselenggarakan di bulan April nanti. Salah satunya adalah adanya trik-trik koalisi antar partai besar. Disinilah kekhawatiran kita. Koalisi adalah metode untuk mencapai kekuasaan, tetapi koalisi terkadang tidak baik untuk membangun pemerintahan. Pemerintah adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap rakyat. Koalisi, apalagi yang berlangsung diantara partai-partai besar, kerap runtuh di tengah jalan disebabkan oleh “perebutan “ pengaruh atau kekuasaan. Partai-partai besar merasa dirinya berkuasa dan memerintah. Jika koalisi ini retak di tengah jalan, maka Negara akan kacau dan rakyat menjadi penonton dan kebingungan.

Maka sekali lagi kita coba ingatkan, bahwa berpolitik itu adalah sebuah PENGABDIAN, bahkan bisa disebut pengabdian luhur, jika aplikasinya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Jika pandangan anda terhadap BERPOLITIK sama dengan BERKUASA, maka urungkanlah niat anda untuk berpolitik. Maka tindakan tersebut bukannya membuat Nusantara Jaya, tetapi menjadi Nusantara Sengsara. Jadi, mari kita bersama-sama berpartisipasi dan berperan aktif dalam peningkatan mutu bangsa menuju NUSANTARA JAYA.

Salam Kasih dan Damai untuk kita semua

1 Komentar (+add yours?)

  1. Trackback: MENJADI POLITISI ADALAH SEBUAH PENGABDIAN | Info Dunia Ghaib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: