TASAWWUF

TASAWWUF

  1. TENTANG ILMU TASAWWUF

“Ilmu tasawwuf itu tidak mempunyai batas, ia merupakan ilmu tertinggi, ilmu ghaib, ilmu ketuhanan.

Ia mempunyai manfa’at yang sangat mendalam bagi ilmu ketuhanan, secara khusus hanya diketahui oleh orang yang selalu ingat Alla dan ciptaan-Nya.”

( Abul Hasan bin Abi Dzarr ).

  1. TENTANG ILMU BATHIN

“Sesuatu yang lebih baik telah diajarkan oleh Allah dan kami, suatu awal kebenaran hati yang telah kami rasakan. Yang mengabarkan tentang diriku dan Dia, dari keindahan-Nya, atau membungkusnya dengan apa yang menutupi-Nya. Karena tersembunyi seseorang tak dapat menyiarkannya, akan rusaklah maknanya apabila sesuatu menerangkannya. Maka seseorang tidak dapat memahamiitilah ( sufi ) walaupun sedikit, maka sufi pun mengabarkannya. Maka ia menyingkap kebodohan dan kelompoknya pun semakin tampak, dan dipelajari Ilmu Bathin dan pengaruh-pengaruhnya. “

( Abul Abas )

“Apabila seseorang pemikir bertanya kepada kami ( tentang ilmu bathin ), maka kami akan menjawabnya dengan tanda-tanda yang misterius. Kami mengisyaratkan dengan tanda-tanda itu sehingga ia pun menjadi bingung. Sehingga pemikir-pemikir tentang Ilmu Bathin tambah berkurang. Kami menyaksikannya dan ia pun menyaksikan kami di dalam hati, sehingga setiap kejadian berpengaruh bagi dirinya. Ucapan-ucapan / tindakan akan diketahui melalui perjalanan keadaan spiritual, bagaikan perjalan orang yang bijaksana ditimpa kemalangan.”

( Abul Abas )

TOKOH-TOKOH SUFI

Al Hasan Al Bashri

Rabi’ah Al ‘Adawiyah

Sufyan Ats tsauri

Ibrahim bin Adham

Dzun Nun Al Mishri

Abu Yazid Al Busthami

Abul Qasim Al Junaidi

Imam Al Ghazali

Syeh Abdul Qadir Al Jaelani

Jalaluddin Ar Rumi

AJARAN-AJARAN SUFI

1. Tentang Tauhid

2. Tentang Takdir dan penciptaan perbuatan

3. Tentang Kemampuan

4. Tentang Al Qur’an

5. Tentang Tasawuf

6. Tentang Allah

7. Tentang Janji dan ancaman

8. Tentang Syafa’at

9. Tentang Keramat para Wali

10. Tentang Hakekat Iman

11. Tentang Mazhab

12. Tentang Taubat

13. Tentang Zuhud

14. Tentang Sabar

15. Tentang Fakir

16. Tentang Rendah hati

17. Tentang Takut

18. Tentang Taqwa

19. Tentang Ikhlas

20. Tentang Syukur

21. Tentang Tawakal

22. Tentang Ridha

23. Tentang Yakin

24. Tentang Zikir kepada Allah

25. Tentang Cinta

1 Komentar (+add yours?)

  1. pengembarajiwa
    Apr 26, 2009 @ 19:29:59

    Hmmm……….

    Sungguh-sungguh suatu Misteri segala apa yang ada ini.
    Bahkan Kehidupan sendiripun tidak dimengerti
    Apalagi Sirr yang ada pada kehidupan ini
    Karena telah tertipu dengan segala prasangka-prasangka yang membutakan Hati.
    Segala upaya dilakukan untuk mempertahankan diri
    Dengan kemampuan Ilmu, yang sebenarnya ia itu tidak memiliki.

    Yang benar dikatakan Salah, dan yang salah dikatakan benar.
    Diri sendiri tertipu tiada menyadari tetapi giliran yang lain selalu di hujat dan dimaki.

    Ooooh…… Sungguh Aneh mereka yang tiada menyadari akan DIRI SEJATI.

    Bukan Raga dan bukan pula jiwa
    Bukan Jasad dan bukan pula sukma
    Bukan Tuhan dan Bukan pula Hamba
    Apalagi dikaitkan dengan Kafir dan Agama
    Bukan……. Bukan….. bukan itu semua yang dinamakan DIRI SEJATI.

    Tiada terikat dengan sesuatu yang tampak secara Lahir mapun Batin.
    Bukan Kosong dan bukan pula Isi.
    Bukan TIADA dan bukan pula di ADA_ADA.
    Terbebas dari itu semua……
    Bahkan apa saja yang tampak maupun yang tak tampak.
    Juga yang Nyata maupun yang Ghaib.
    Bukan Zat bukan Pula Sifat.
    Bukan Asma Bukan pula Af’al.
    Tetapi tiada Zat dan tiada Sifat.
    Tiada Asma dan tiada Af’al.
    Tidak di atas dan tidak dibawah.
    Tidak di kanan dan tidak dikiri.
    Tidak di depan dan tidak di belakang.
    Tidak diluar dan tidak di dalam.
    Itulah….sebenar2nya DIRI yang SEJATI, ADA dan tidak ada yang ada serta-NYA.
    Yang DULU dan yang SEKARANG tiada beda bahkan TIADA BERUBAH.

    Karenanya…..
    Wajar bagi mereka itu berselisih mempertahankan apa yang diyakini.
    Sedangkan mereka tiada menyadari, bahwa bisakah dirinya menjadi Yakin…..????
    Wajar bagi mereka itu merasa benar dengan apa yang sudah dijalani.
    Sedangkan mereka tiada menyadari, bahwa bisakah dirinya itu berjalan….???
    Wajar bagi mereka itu menyalahkan yang lain, apakah sudah mengeti akan KEBENARAN SEJATI…???

    Hai Insan…………
    Asalmu dari pada SATU, lalu siapakah orang asing itu dan siapakah yang tiada asing itu????
    Sungguh!, tiada beda orang asing dan orang yang tiada asing, Janganlah tertipu….. Kawan!
    Dari SATU kembali kepada yang SATU, lalu dimanakah kebanggaan akan Agamamu, Aliranmu, kepercayaanmu dan statusmu????
    Islam kah engkau…… bukan Islam kah engkau.
    Kejawen kah engkau bukan kejawen kah engkau.
    Sungguh….. KEBENARAN SEJATI itu tidak akan kau dapatkan di dalam Masjid tidak pula di dalam Gereja tidak pula di dalam Vihara tidak pula didalam Pagoda.

    Tidak berada di luar Diri dan tidak pula di dalam Diri
    Tetapi berada dibalik diri dan dibalik yang diluar diri
    ADA di balik yang Nyata dan di balik yang Ghaib
    ADA di balik yang Maujud dan dibalik yang tiada wujud
    Di cari IA tidak ADA
    Tidak di cari IA selalu ADA

    Sadarilah itu…..
    Jangan menggunakan Akal Fikirmu, Jangan menggunakan Akal Budimu, Jangan menggunakan Rasamu dan jangan menggunakan Kesdaaranmu, maka jika itu yang kau lakukan maka engkau akan tertipu. Ya…. Tertipu! Dan tak akan kau temui KEBENARAN SEJATI itu.
    Tertipu karena merasa punya Akal Fikir
    Tertipu karena merasa punya Akal Budi
    Tertipu karena merasa punya Rasa
    Tertipu karena merasa punya Kesadaran

    Temukanlah KEBENARAN SEJATI itu agar engkau tiada berselisih lagi
    Temukanlah KEBENARAN SEJATI itu agar engkau tiada berdebat lagi
    Temukanlah KEBENARAN SEJATI itu agar engkau tiada salah menyalahkan lagi
    Temukanlah KEBENARAN SEJATI itu agar engkau tidak menang sendiri lagi

    Hai Insan…….
    Keluarlah engkau dari dirimu, dari nafsumu, dari hatimu, penglihatanmu, pendengaranmu, penciumanmu, perkataanmu, pengrasamu, nyawamu dan setelah itu keluarlah lagi engkau dari Hukum dan perintah maka sampailah engkau kepada-Nya.

    Salam Sejati
    Pengembara Jiwa

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: