SEJARAH SUNDA

SUNDA

Apakah manfaat pengetahuan sejarah bagi kita ?

Pertanyaan itu dijawab oleh Muiler (1952:38), “Our task is to creatiea “usable past” for our own living purpose” yaitu tugas kita ialah mereka instruksi masa lalu untuk mencari manfaat bagi kehidupan sekarang jelasnya lagi, yaitu kita harus mampu menyerap unsur sejarah yang bermanfaat bagi

kemajuan bangsa dan dapat mentransformasikan dalam kehidupan.

Manfaat sejarah dapat disimpulkan dalam Ciri Jati Diri (Identitas)

a. Sejarah untuk menjadikan Ciri Jati Diri (Identitas): Identitas diri atau kelompok dapat tumbuh dari rasa bangga akan hasil peradaban atau kebudayaannya. Sehingga pada akhirnya memotivasi generasi penerus untuk lebih berprestasi kerja agar terwujud identitas diri dan bangsa.

b. Sejarah Sebagai Sumber Nilai Budaya Dan Peradaban: Dalam kandungan sejarah banyak terdapat nilai-nilai peradaban yang menjadi ukuran derajat peradaban bangsa tersebut. Nilai peradaban itu harus dapat disampaikan kepada generasi selanjutnya.

Periodesasi Sejarah Sunda

Drs. Saleh Danasasmita, pakar Sejarah Sunda membuat periodesasi Sejarah Sunda berdasarkan “Ide Dasar” yang menjiwai masyarakat pada masanya. Pembagiannya yaitu:

A. Ide dasar Nusantara, Bercirikan Megalitik.

B. Ide dasar Hinduisme.

C. Ide dasar Budisme.

D. Ide dasar Islamisme.

E. Ide dasar Kejawen.

Tetapi ada pula pakar yang membuat periodesasi berdasarkan kurun waktu. Periodesasi sejarah sunda Sbb :

a) Jaman Pra Sejarah (Purwayuga), Pada jaman ini dikatakan bahwa mahluk yang pernah hidup disebutnya.

– Satwapurusa (manusia hewan), 1.000.000 – 600.000 th S.M.

– Bhutapurusa (manusia bhuta, Raksasa) 750.000 – 300.000 th S.M.

– Yaksapurusa (manusia yaksa, sejenis raksasa) 500.000 – 300.000 th S.M.

– Wamanapurusa (manusia cebol) 50.000 – 25.000 th S.M.

– Antara 25.000 – 10.000 th S.M. berdatangan manusia dari Yuwana, Campa, Syangka, hidup berbaur dengan penduduk asli.

– Antara 10.000 S.M. sampai dengan awal tarikh Masehi, berdatangan manusia baru dari daerah utara.

Catatan: pada jaman pra-sejarah terdapat tradisi Nusantara (Megalitik). Manusia penghuni asli berbaur dengan pendatang baru.

b) Jaman Sunda Mandiri (Yuga ning Rajakawaca)

– Kerajaan Salakanagara :

ini adalah kerajaan yang pertama yang ada di tatar Sunda, juga di Nusantara. Salakanagara (Negara Perak), kotanya Rajatapura (Kota Perak). Rajanya yaitu Dewawarman, yang berasal dari India Selatan dan menikah dengan Pohaci Larasati, putra dari Aki Tirem (Aki Luhur Mulya). Wilayah negaranya adalah daerah Banten sekarang sampai ke pesisir Sumatera Selatan.

Catatan :

A. Sudah ada ahli ilmu hundagi (arsitektur).

B. Konsep kerajaan bersumber kepada tradisi India.

C. Raja Yeh-Tiao yang bernama Tiao-piem, kemungkinan yang dimaksud yaitu Yavadwipa dengan Dewawarman.

D. Dalam pemerintahan Dewawarman VII baru terceritakan adanya kerajaan Bakulapura (Kutai) di Kalimantan. Jadi lebih awal adanya Kerajaan Salakanagara daripada Kutai.

– Kerajaan Tarumanagara :

Tahun 348 M, seorang Maharesi dari Calakayana, India selatan, datang ke tatar sunda, membuka pedesaan di tepi sungai Citarum. Diambil mantu oleh Dewawarman VIII, diberi julukan Jayasingawarman (sang resi Rajadi Rajaguru). Jayasingawarman inilah yang menurunkan raja-raja di kerajaan Tarumanagara (dari tahun 568 M – 669 M).

Catatan:

A. agamanya Hindu, istilah kasta yang menyerap sampai sekarang dalam bahsa Sunda ialah kata : nista, maja (madya), utama.

B. Yang paling termashyur adalah Raja Purnawarman dari tahun (395-434 M) bergelar Narendrayajabutena (Panji Sagala Raja). Raja ke III Tarumanagara. Raja yang namanya ditulis dalam prasasti paling lama memerintah (Prasasti Ciaruteun). Memerintah untuk menggali sungai (Bangawan) Gamati. Mendirikan Kota Sundapura, membuat pelabuhan angkatan perang, Ahli perang, sudah mengenakan pakaian dari besi (kere, zirah). Bergelar Wyagra Tarumanagara (maung Tarumanagara). Nyusuk, membendung dan memelihara sungai Gangga (Cirebon), sungai Cupu Nagara, sungai Surasah Manukrawa (Cimanuk), sungai Gomati, sungai Candrabaga, sungai Citarum. Armada perangnya paling hebat dan kuat. Pimpinan perang dipegang sendiri mentampas bajak laut di laut Jawa. Kerajaan-kerajaan kecil yang dibawahinya terdiri atas 46 kerajaan.

C. Raja terakhir dari kerajaan Tarumanagara, yaitu Linggawarman (666-669 M). Menantunya bernama Tarusbawa, sejak raja inilah nama Raja Wreti Kandayun dari negara Galuh (di daerah Ciamis sekarang), melepaskan negaranya dari Tarumanagara, jadi negara Galuh mandiri, kedudukannya di daerah selatan tatar sunda. Tahun 670 M wilayah Tarumanagara dibagi dua, yaitu kerajaan Sunda di daerah barat, kerajaan Galuh (Parahyangan) disebelah timur. Batasnya Sungai Citarum.

– Kerajaan Galuh:

Menerangkan kerajaan Galuh, harus dimulai dari awal yaitu dari mulai Kendan (Daerah Nagreg, Cicalengka). Kendan adalah asal muasalnya Kerajaan Galuh. Tokohnya bernama Resiguru Manikmaya, Orang India (Wangsa Calakayana). Diangkat rajaresi di daerah Kendan (536-568 M). Raja Kendan yang tidak mendirikan lagi keraton yaitu ialah Wretikandayun. Wretikandayun meneruskan wangsa Kendan dengan mendirikan Kerajaan Galuh tempatnya di daerah Karang Kamulyan sekarang Ciamis. Jaman Wretikandayun, Galuh lepas dari kerajaan Tarumanagara. Galuh ada hungungan yang erat sekali dengan Kalingga, karena Raja Galuh (Sang Mandiminyak) menikah dengan Dewi Parwati, putranya Ratu Sima dari Kerajaan Kalingga. Kerajaan Galuh berdiri sejak tahun 591-852 M.

Catatan:

A. Cerita asal muasal Kerajaan Galuh, ada dalam naskah kuna ‘Carita Parahyangan’ (Naskah akhir abad Ke 16).

B. Di Galuh pernah terjadi perang saudara, disebabkan diangkatnya sang Sena menjadi raja di Galuh, dan ini menimbulkan amarah dari putra Mandiminyak yang sah, yaitu Purbasora dan Demunawan. Sang Sena bisa lolos dan melarikan diri ke Kalingga Utara (Jawa tengah).

C. Sena (putra Mandiminyak + Rababu) menikah dengan Sahana (putra Mandiminyak + Parwati) mempunyai putra Sanjaya.

D. Sanjaya (putra Sena) yang ada di Kalingga Utara, membalaskan sakit hati ke ayahnya dengan menyerang Kerajaan Galuh. Sanjaya berhasil merebut Galuh dari Purbasora.

E. Sanjaya menikah dengan Teja Kancana, putra dari Tarusbawa (Raja Sunda) dan akhirnya diangkat menjadi Raja Nagara Sunda.

F. Akhirnya Sanjaya menjadi Raja yang mengusasai Nagara Sunda dan Nagara Galuh. Berdiamnya tidak di kota Galuh tapi di keraton (Purasaba) Sunda.

G. Di Galuh mengangkat wakilnya, yaitu Premana Dikusumah (cucunya Purbasora), mempunyai putra Surotama (Manarah, Ciung Manarah).

H. Premana Dikusumah suka bertapa. Patihnya yang bernama Tamperan mempunyai hubungan gelap dengan istri kedua Premana Dikusumah, maka lahirlah Banga.

– Kerajaan Sunda :

Kerajaan Sunda adalah nama baru dari Kerajaan Tarumanagara. Di dirikan oleh Tarusbawa (669 M). Keratonnya di daerah Batu tulis, Bogor. Kotanya disebut Pakuan. Istananya (keraton) disebut Sang Bima –Punta-Narayana Madura-Suradipati, disingkat Sang Bima atau Sri Bima. Salah seorang raja dari nagara Sunda yang termasyur, bernama Sri Jayabhupati (Prabu Detya Maharaja). Dalam Prasasti Citatih disebut Sri Jayabhupati Jayamanahen Wisnumurti Samarawijaya Cakala bhuwanamanda-laeswaranin-dita Hargowardhana Wikromotunggaluewa.

Catatan:

A. Waktu jaman kerajaan Sunda, ada di dalam daerah khusus yang dianggap mandiri yaitu kerajaan Galunggung. Rajanya bernama Batari Hyang menurut prasasti Geger Hanjuang.

B. Mengenai raja Sunda yang bernama Darmasiksa (1175-1297 M), ini ada fragmennya dalam naskah kuna carita parahyangan. Beliau mendirikan pusat pemerintahan baru di daerah Tasikmalaya sekarang, yang disebut Saunggalah (senama dengan Saunggalah di Kuningan).

– Kerajaan Kawali :

Raja kerajaan Sunda yang pertama di Kawali yaitu Ajiguna Linggawisesa, menantu prabu Linggadewata. Kejadian perang Bubat (pasundan Bubat) yaitu pada jaman Raja Linggabuana (1350-1357 M). Dua putranya yang tersohor yaitu bernama Dyah Pitaloka (Citraresmi) seorang putri yang terkenal dengan kecantikannya dengan Niskala Wastu Kencana. Citraresmi tadinya akan dipersunting oleh Prabu Hayam Wuruk dari Majapahit. Tetapi pernikahan tidak terlaksana karena terjadinya peristiwa Bubat. Prabu Wastukancana (Niskala Wastu Kancana, Prabu Resi Buanatunggal dewata, Prabu Linggawastu). Prabu Niskala Wastukancana yang membuat prasasti di Astana Gede yang berbunyi :

Prasasti I: Nihan tapa kawali nu siya mulia tanpa bhagya parebu raja wastu mangadeg di kuta kawali nu mahayu na kadatuan surawisesa nu marigi sakuliling dayeuh nu najur sagala desa aya ma nu padeuri pakena gawe rahayu pakeun heubeul jaya dina buana.

Dalam bahasa sunda: Nu tapa di Kawali ieu teh nu mulya nu tapa nu bagja Prabu Raja Wastu nu jumeneng di kota Kawali nu mapaes karaton Surawisesa, nu nyusuk (kakalen) sakuriling dayeuh, nu ngaraharjakeun sabudeureun nagri. Muga-muga aya nu pandeuri nu ngabiasakeun migawe karahayuan malar lila jayana di buana.

Dalam Bahasa Indonesia : Yang bertapa di Kawali ini yang mulia yang bertapa yang bahagia Prabu Raja Wastu yang berkedudukan di Kota Kawali yang menghiasi keraton Surawisesa, yang menggali parit sekeliling kota, yang mensejahterakan sekeliling negri. Mudah-mudahan ada yang dibelakang yang membiasakan mengerjakan kebajikan supaya berjaya di buana.

Prasasti II: Aya ma nu ngeusi bhagya kawali bari pakena bener pakeun najeur na juritan.

Dalam Bahasa Sunda: Muga-muga aya nu pandeuri nu ngeusian nagara kawali ku kabagjaan bari ngabiasakeun diri migawe karaharjaan Sajati supaya tetep unggul dina pangperangan.

Dalam bahasa Indonesia : Mudah-mudahan ada yang dibelakang yang mengisi negara kawali dengan kebahagiaan, dengan membiasakan diri mengerjakan kesejahteraan sejati agar tetap jaya dalam peperangan. Kerajaan Talaga daerah Talaga (Majalengka) besar kaitannya dengan Kawali. Kerajaan Talaga ialah salah satu (satu-satunya) yang menganut Agama Budha.

Catatan:

A. Naskah Kuna Carita Parahyangan banyak membahas mengenai Kawali.

B. Wastu Kancana meninggal tahun 1475 M. Putranya yang bernama Ningrat Kancana (Prabu Dewa Niskala) menggantikannya menjadi Raja Kawali. Putranya yang seorang lagi bernama Sang Haliwungan (Prabu Susuk Tunggal) jadi raja di nagara Sunda, berkedudukan di daerah Pakuan.

C. Putra Dewa Niskala,bernama Jayadewata di ambil menantu oleh Prabu Susuk Tunggal. Oleh karena itu nantinya Jayadewata menjadi raja di dua negara yaitu di Kawali dan di Sunda. Kerajaan yang dipegang oleh oleh Prabu Jayadewata disebut Pajajaran (1482-1579 M).

D. Prabu Jayadewata dikenal juga dengan nama Sri Baduga Maharaja, Prabu Siliwangi (1482-1521 M).

– Kerajaan Pajajaran :

Raja pertama kerajaan Pajajaran adalah Prabu Jayadewata (Sri Baduga Maharaja, Prabu Siliwangi, sang pemanah rasa, Keukeumbingan Raja Sunu) menikah dengan Ambetkasih (dari daerah Sindangkasih), dengan putri Subanglarang, dengan Kentringmanik Mayang Sunda, (Putra raja Susuk tunggal, dari Nagara Sunda). Beliau disebut Siliwangi, karena dianggap keharuman namanya mengganti keharuman nama Sang Prabu Wangi (Linggabuana) yaitu uyutnya, yang meninggal di Bubat. Prabu Siliwangi menjadi raja dari tahun 1482-1521 M. Jasa-jasa Prabu Siliwangi dicatat dalam prasasti Kebantenan dan Batu Tulis. Terdapat pada prasasti yang lainnya, isinya mengenai kewajiban rakyat kepada negara. Karya Prabu Siliwangi antara lain Telaga dengan nama Rena. Mahawijaya, membuat jalan, membuat benteng kota, memberikan daerah baru kepada para pendeta demi kemajuan agama, membuat keputren, kesatriaan, menciptakan formasi perang, tempat kesenian, menyusun angkatan perang, mengatur undang-undang, dll. Pada jaman Pajajaran inilah di mulai ada hubungan dengan Portugis yaitu tahun 1513 M. Tome Pires (bangsa Portugis) seorang penjelajah mengatakan Nagara Sunda (Pajajaran) disebutnya negara Ksatri yang dipimpin oleh seorang pahlawan laut. Raja Pajajaran yang terakhir bernama Ragamulya Suryakencana (1567-1579 M).

Catatan:

A. Kerajaan Pajajaran paling dikenal oleh orang Sunda, dengan rajanya yang sangat terkenal yaitu Prabu Siliwangi.

B. Pada jaman Pajajaran mulai masuk pengaruh agama Islam dengan derasnya.

– Kerajaan Surasowan :

Berkedudukan di Banten, merupakan kerajaan yang meneruskan kekuasaan Kerajaan Pajajaran yang sudah bubar. Di mulai dengan pemerintahan Sultan Hasanuddin (1478 M). Termasyur sebagai kerajaan Banten-Islam. Putra Hasanuddin yaitu Panembahan Yusuf, yang menumpas Pakuan Pajajaran tahun 1579 M. Raja terakhir kerajaan Surasowah ialah Pangeran Muhamad (Kangjeng Ratu Banten 1580-1605 M).

Catatan:

Kerajaan Surasowan erat kaitannya dengan Cirebon dan Demak.

– Kerajaan Pakungwati :

Pakungwati adalah nama dari keraton di Cirebon di dirikan oleh Walang Sungsang. Cirebon Larang di dirikan tahun 1445 M. Sultan-sultan dari Pakungwati (Cirebon) mempunyai tempat khusus dalam sejarah Sunda terutama erat kaitannya dengan menyebarnya Agama Islam.

Catatan:

A. Salah satu tokoh yang terkenal dari Kerajaan Pakungwati ialah Sunan Gunung Jati, salah satu wali yang paling melekat di hati masyarakat sebagai tokoh Islam.

B. Keraton Cirebon, terhitung tempat yang paling lengkap yang memberi informasi mengenai sejarah Sunda.

– Kerajaan Sumedang Larang :

Pusat di kota Sumedang sekarang. Di Dirikan oleh Prabu Tajimalela kurang lebih tahun 1340-1350 M. Waktu yang memegang tampuk pemerintahan Ratu Sintawati hubungan dengan kerajaan Talaga (di Majalengka sekarang) terjalin erat sekali. Putrinya yaitu Ratu Satyasih (pucuk umum) nikah dengan Pangeran Santri (Ki Gedeng Sumedang, cucu dari pangeran Panjunan dari Cirebon). Pangeran Santri adalah Raja Sumedang Larang yang pertama menganut Agama Islam. Salah satu putera Pangeran Santri yang terkenal yaitu Pangeran Angkawijaya (Geusan Ulun).

Catatan:

A. Senapati/pembesar Pajajaran yang membantu Geusan Ulun, yaitu Jaya Perkosa, Wiradijaya (Nangganan), Kondang Hapa, Pancar Buana. Senapati berempat inilah yang membawa mahkota Pajajaran dengan atribut lainnya, diserahkan kepada Geusan Ulun. Sekarang ada di museum Sumedang. Atribut ini dipakai sebagai pengesahan (Legitimasi), bahwa Sumedang Larang meneruskan Kerajaan Pajajaran.

B. Geusan Ulun erat sekali dengan kejadian Ratu Harisbaya.

– Kerajaan Galuh Pakuan :

Kedudukannya di Pasir Huut, Kampung Galuh Pakuan, Kecamatan Blubur –Limbangan sekarang. Dari situ pindah ke daerah Limbangan-Leles (Windupepet). Tokoh terkenal yaitu Prabu Sangkan Beunghar, keturunan dari Prabu Siliwangi.

Catatan:

Kerajaan Galuh Pakuan sering disebut dalam cerita Babad dan Pantun, namun tidak ada tertulis dalam naskah-naskah Kuno sekalipun.

c) Jaman Kasosok Ti Luar (pengaruh dari luar), yaitu maksudnya banyaknya pengaruh baik kekuasaan, budaya, tekhnik dari luar daerah Sunda. Umpamanya saja pengaruh dengan datangnya bangsa Belanda dan Inggris. Pengaruh kekuasaan dan Budaya dari Jawa (Kejawen, Mataram). Pengaruh budaya dari Timur Tengah. Mengenai periodesasi Jaman ini sudah banyak di bahas di buku-buku sejarah, diantaranya buku-buku pelajaran di SD, SLTP, SLTA, dari perguruan Tinggi.

d) Jaman Tandangna Kebangsaan, Kebangkitan nasional di tandai dengan berdirinya Boedi Oetomo tahun 1908 dan organisasi-organisasi lainnya. Adapun kebangkitan rasa kebangsaan di tatar Sunda di tandai dengan berdirinya Organisasi Paguyuban Pasundan pada September 1914.

e) Jaman Bhinneka Tunggal Ika, Yang dimaksud adalah peran sejarah Sunda setelah berkumandangnya Kemerdekaan republik Indonesia, dari tahun 1945 sampai sekarang.

Penutup

Seperti yang sudah ditulis dalam Purwa Carita, tulisan ini hanya memberi ciri-ciri sejarah Sunda. Semoga Ki Sunda tidak selebar daun kelor, namun sunda selebar jagat. Nenek moyang sunda telah memperlihatkan kesadaran mengenai pentingnya kesejarahan yang paling hakiki yaitu isi Prasasti Kawali I, II dan isi Kropak 632 dari kabuyutan Ciburuy yang berbunyi:

Hana nguni hana mangketan hana nguni tan liana mangke aya ma baheula hanteu tu ayeuna hana tunggak hana ratan tan hana tunggak tan hana watang hana ma tunggulna aya tu catangna.

Aya bihari aya kiwari teu aya baheula moal aya ayeuna ku ayana baheula nya ayana ayeuna mun taya bihari moal aya kiwari aya tunggak (tangkal) aya dahan mun taya tunggak moal aya dahan mun aya tunggulna tangtu aya sirungna.

Ada dulu ada sekarang tidak ada dahulu tidak ada sekarang adanya sekarang adanya dahulu kalau tidak ada dahulu tidak ada sekarang ada batang ada cabang kalau tidak ada batang tidak ada cabang kalau ada tunggulnya mungkin ada tunasnya.

Artinya : Tunggul = metafora dari arti Karuhun (leluhurnya), Sirung = metafora dari Urang Pisan (keberadaan keturunannya).***

5 Komentar (+add yours?)

  1. Djenambang Bin Tandjak
    Jun 04, 2009 @ 08:39:28

    Alhamdulillah.. Semoga orang Sunda, Jawa Barat dan Banten bangga menjadi keturunan bangsa yang berbudi luhur.. Amin!

    Balas

  2. Maman Rohman
    Jan 08, 2011 @ 02:01:54

    Dalam Silsilah Raja-raja Sunda dari Yayasan Pangeran Sumedang, tertera bahwa Wangsa Tunggal Bergelar Siliwangi Galuh, sekitar abad 6 M, mempunyai anak yang bernama Munding Laya yang selanjutnya berketurunan >Ciung Wanara, >Lutung Kasarung. … seterusnya dari keturunanya ada Yang Bernama Raden Manah Rasa Siliwangi Pajajaran tahun 1363M.Dari garis Keturunan lain Ada Siliwangi Dewa Guru tahun 1463m dan mempunyai anak Walangsungsang, rarasantang, dan Kean Santang. Sebenarnya anaksiliwangi yang mana yang menemui Baginda Ali di mekah jika melihat perhitungan tahun? Balas !

    Balas

    • HGSP
      Des 15, 2013 @ 05:07:23

      Baginda Ali R.A, pada saat itu bisa jadi adalah keturunan Beliau yg berasal dari Imam Hasan R.A. yang bernama: Sayyid Ali Zaenal Abidin R.A. Tapi sesuai kehendak ALLAH SWT bhw Prabu Kian Santang bertemu dgn Sayyidina Ali secara dzohir ataupun secara ruhani… hanya ALLAH SWT Yang Maha Tahu. Wassalamu’alaikum. (Al-faqir).

      Balas

  3. HGSP
    Des 15, 2013 @ 05:06:08

    Baginda Ali R.A, pada saat itu bisa jadi adalah keturunan Beliau yg berasal dari Imam Hasan R.A. yang bernama: Sayyid Ali Zaenal Abidin R.A. Tapi sesuai kehendak ALLAH SWT bhw Prabu Kian Santang bertemu dgn Sayyidina Ali secara dzohir ataupun secara ruhani… hanya ALLAH SWT Yang Maha Tahu. Wassalamu’alaikum. (Al-faqir).

    Balas

  4. Paku alam
    Jun 25, 2014 @ 14:32:12

    Bisa d prcaya g sumbernya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: