= SECRET OF GOD =

MUSIBAH DI NUSANTARA

Banyak sekali fenomena yang terjadi dan kita lihat disekitar kita. Baik disadari maupun tidak bahwa itu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Semua berjalan begitu adanya sesuai dengan ketetapan Tuhan dalam bentuk hukum-hukum alam dan hukum lainnya yang mungkin tidak akan kita pahami secara keseluruhan, karena terbatasnya pemahaman dari kita sebagai manusia.

Tahukah kita, bahwa semua makhluk berada dalam kuasa dan genggamannya. Pun demikian kita diberikan kebebasan untuk menentukan jalan kita masing.

Banjir, tanah longsor, angin puting beliung, badai, guntur, hujan, salju, kemarau, gunung meletus dan fenomena lainnya adalah bagian kecil dari ketetapannya. Pun demikian, kita harus tetap berusaha menyesuaikan dan menghindari gilasannya.

Sebagai salah satu contoh fenomena yang akan terjadi dibulan Maret Akhir, Juli, Agustus dan Oktober 2009, serta Maret dan Desember 2012, khususnya diwilayah nusantara. Tepatnya di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Musibah ini akan memakan banyak korban jiwa, dengan total sekitar ratusan bahkan ribuan nyawa hilang sia-sia, binatang ternak dan material, yang dapat ditaksir kerugiannya sekitar puluhan bahkan ratusan milyar rupiah. Begitu hebatnya fenoma ini, sehingga Negara tetangga pun ikut merasakan getarannya. Pun demikian jangan menyesalinya, karena ini sudah menjadi ketentuan dan ketetapan dari Sang Pencipta dan tidak dapat diubah lagi.

Jadi, mari kita sama-sama untuk sadar diri dan eling atas apa yang kita lakukan. Karena jaman akan berganti menuju jaman nusantara jaya, tetapi sebelum kita menuju kesana, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus melalui masa kelam. Dengan ditandai musibah besar yang datang silih berganti.

Siapkah kita melewatinya ???

Tanyakan pada nurani kita masing-masing….

( bersambung … )

16 Komentar (+add yours?)

  1. mrsabdopalon
    Mar 27, 2009 @ 11:22:25

    Salam untuk semuanya,….

    Sing eling lan waspodo,….

    Mari belajar menebarkan cinta kasih dan kebaikan kepada apa dan siapa saja….

    Salam.

    Balas

  2. kangBoed
    Apr 16, 2009 @ 14:43:23

    Krisis Multi Dimensi melanda negeri kita SAAT INI
    keselarasan dan keseimbangan telah hilang baik dari jagad kecil maupun jagad besar
    Bumi akan bergetar menelan manusia manusia yang takabur
    Air dan angin akan menyapu manusia yang lupa diri
    Api akan membakar sehngga terjadilah emosi yang tak terkendali
    Sehingga suatu saat semua unsur akan bekerja sama menghancurkan
    Disaat itu terjadi….. KEMANAKAH ENGKAU AKAN BERLINDUNG….
    …….. TUHAN / ALLAH / GUSTI ……………….
    HAHAHAHAHAAAAHAHAHAHAHAHAHAAHHAAAA………………….
    Sudahkah engkau mengenal TUHAN ????
    KENAL DIRI SENDIRI JUGA TIDAK ….. BORO BORO…..
    Bangun Keselarasan dan Keseimbangan itu dalam JIWA JIWA YANG TENANG… dengan pasword Laa Hwalla walla quwatta…. dan tiket penyerahan diri dan tawakal…
    yayaya….. puluhan juta jiwa akan hilang… seisi dunia terutama negeri tercinta akan terhenyak dan terbengong seakan terbangun dari mimpi yang buruk sekali…. hmmm… tibalah nanti saatnya kebangkitan hati nurani…. yayaya…. Negeri yang bangkit dengan dipimpin HATI NURANI…..
    Salam Sayang

    Balas

  3. mrsabdopalon
    Apr 18, 2009 @ 13:39:41

    On April 16, 2009 at 2:43 pm kangBoed Said:
    Krisis Multi Dimensi melanda negeri kita SAAT INI
    keselarasan dan keseimbangan telah hilang baik dari jagad kecil maupun jagad besar
    Bumi akan bergetar menelan manusia manusia yang takabur
    Air dan angin akan menyapu manusia yang lupa diri
    Api akan membakar sehngga terjadilah emosi yang tak terkendali
    Sehingga suatu saat semua unsur akan bekerja sama menghancurkan
    Disaat itu terjadi….. KEMANAKAH ENGKAU AKAN BERLINDUNG….
    …….. TUHAN / ALLAH / GUSTI ……………….
    ——————————————————
    Jika pada saatnya “sang waktu” dan “alam” mengantarkan kedatangan “sang terkasih” yang ditunggu…

    tak perlu lari, berlindung dan bersembunyi dibalik kekerdilan “sang pribadi”…
    berlari kehutan ataupun mendaki gunung dan terbang keatas langit…

    karena “sang abdi” kan selalu dipayungi keberkahan dan kedamaian…
    jika saja, “sang diri” mau menghilangkan benih-benih hina

    tak hanya satu, dua, ratusan bahkan jutaan jiwa pun kan dapat terselamatkan…
    terhindar dari gilasan roda zaman yang berputar
    andai saja “kepasrahan sejati” menyelimuti diri

    Balas

  4. kangBoed
    Apr 18, 2009 @ 16:37:35

    Siapakah sejatinya diri kita ini… yayaya… selalu mengaku ngaku bisa ini bisa itu ngerti ini ngerti itu… weleh weleeeeeh yayaya selama kerjanya masih mengaku ngaku masih merasa rasa sungguh zalimnya sang diri ini…. inilah syariatku… inilah amal ibadahku… inilah ilmuku… inilah aku aku aku yayaya aku akuan terus ciloko maaan…
    hihihihi… ada satu ayat…
    “Maka Nikmat TUHAN kamu yang manakah yang kamu dustakan?”….
    “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKU) sesungguhnya azabKU sangat pedih”
    hmmmm… apasih nikmat TUHAN itu… ooo ternyata maujudnya meliputi yayaya meliputi seluruh kehidupan ini alam semesta dan isinya sekaligus sang diri ini yayaya diri ini meliputi yang lahir dari ujung kaki sampai ujung kepala dan yang bathin…. oooo ternyata semua yang maujud ini nikmat TUHAN ya??? kalau begitu apa yang di balik yang maujud itu hmmm…. yayaya DIA ya DIAlah dibalik semua ini…. terus kemanakah sang diri ini…. hmmmm… kok gak ada yaaaaa… yayaya aku ternyata tiada meliputi lahir dan bathin… hmmm…. kalau yang di aku aku dan dirasa rasa apa yaaaa…. hihihi…

    Balas

  5. mrsabdopalon
    Apr 23, 2009 @ 12:49:38

    Salam

    aku mengaku takkan pernah bisa menjadi hina dan di hinakan
    bahkan terlihat seperti “serigala / setan” yang menyeramkan
    walaupun seekor “anjing”pun mengaku menjadi malaikat
    takkan pernah Gusti meng azab sang “anjing” tersebut

    selama niatan dan tujuan sang “anjing”
    menjadikan dirinya “tukang obat”
    dia berharap agar “obat”nya bisa menyembuhkan penyakit
    bagi siapa saja yang mau meminumnya

    walaupun “obat” tersebut, hanya menjadi pelepas dahaga
    bagi seorang “musafir” yang bepergian jauh.
    dan takkan pernah “sang anjing” meminta balasan atas “obatnya”…

    Takkan pernah terbilang dan terbagi,
    atas segala nikmat yang telah dicurahkan
    dari awal sampai akhir kehidupan

    walaupun sang abdi takkan pernah mau mensyukuri,
    tapi sang Gusti, takkan pernah berkurang segala kuasa-Nya

    selama sang abdi “memasrahkan” hanya kepada-Nya
    pantaskah “sang Gusti” memberikan azab nya?…
    lalu,nikmat Tuhan manakah yang di dustakan Nya ???

    Dibalik wujud ada maujud,..
    dan dibalik maujud ada wujud,…

    ada dan tiada menyatu dalam kasih Nya…
    lahir dan bathin ada dalam genggaman Nya…

    lalu,… dimanakah “sang abdi” berada ???
    yayaya.., dia berada dalam “pelukan kasih Nya”…

    …..

    Salam sayang buat tersayang
    dan salam kasih buat terkasih

    Balas

  6. kangBoed
    Apr 24, 2009 @ 05:12:11

    hmm….. kenapa ooo kenapa selalu saja seperti buntu dan menjadi perdebatan mengenai bertemu Tuhan… wajah Tuhan… wong kita ini cuma lamunannya TUHAN… masa TUHAN yang menjadi lamunan kita…. hidup ini hanya sinetron dan senda gurau belaka apalagi… apakah daya kita yang lemah ini selain tunduk dan menyerahkan diri bulat bulat alias pasrah dan sumeleh cuma itu took dak lain dak bukan… gak usah bicara bisa ini bisa itu karena kekuatan diri yang sebenatnya tiada daya sama sekali apalagi jadi merasa lebih dari sang Causa Prima…. bekerjalah sekuat tenaga dan akal fikirmu dan biarkanlah engkau berjalan dalam kepasrahan kepadaNYA… yayaya…. hanya itu saja hubungan horisontal yang terjalin dengan apik dan indah berlandaskan hubungan vertikal…
    Allah memberi petunjuk yayaya… Mengenal diri maka kenal hakekat Gustinya…. Mengenal Tuhan maka mengenal diri…. weleh weleeh bolak balik…
    Yang dimaksud kedalam dan keluar yaitu dia…. jalan kedalam adalah berusaha mengenal Tuhan melalui dirinya sendiri dan masuk terus masuk dalam penghilangan diri dalam sejatinya Laa Hwalla Walla Quwata…. cuma itu tok… karena yang ada juga semakin kosong dan kosong…. wong seorang nabi saja ketika bertemu dengan ALLAH eeee pingsan sedemikian lama apalagi kita manusia biasa…
    hmmm…. mengenai jalan keluar diri yayaya…. mengenal Tuhan dari hasil ciptaanNYA… alam semesta raya dan segala isinya dari berbagai dimensi kehidupan…. nah cuma segitu aja kook repot siih…. dan sampai kapanpun kita mencari dan mengejar hmm sungguh jalan tak berujung… yang penting carilah kesadaran DIRI SEJATI cukup itu saja dan gunakan itu untuk mencipta dan berkarya…. karena ketika KESADARAN DIRI SEJATI itu menyertai kita sungguh tiadalah sang diri ini untuk mengaku ngaku dan merasa rasa apalagi bisa ini itu… sedangkan bernafaspun kita tak mampu jika tiada IJIN ALLAH…… apalagi untuk bergerak dan berkata berkarya dan mencipta…. karena semua hanya NIKMAT ANUGERAH ALLAH saja…. dan tiada bergerak sebutir debupun tanpa qudrat dan iradatNYA alias IJIN ALLAH….. yayaya…. yang MAUJUD adalah ILMU dan dibalik itu adalah HIDUP… Ilmu yang Hidup tanpa ada yang menghidupi disertai Qudrat dan Iradat…. hmm… ternyata semua paket yayayaya… paket Awal di alam kandungan/rahim…. ???
    Salam Sayang

    Balas

  7. mrsabdopalon
    Apr 24, 2009 @ 11:47:02

    Salam

    Waktu terus berputar
    takkan pernah sang waktu menghentikan langkahnya
    walaupun sedetik saja ia beristirahat
    tak pernah memandang apa dan siapa
    karena sang waktu selalu tunduk dan patuh dalam kasih-Nya

    tak ada yang perlu di perdebatkan dalam tiap syair yang telah terungkap dan terangkai kata
    karena pada hakekatnya, itu adalah bagian kecil dari
    rasa yang tercurah. Sebagai sebuah wahana untuk saling mengasah satu sama lainnya. Sehingga semakin terasah segala asa dan rasa serta kehendak-Nya.

    Jika demikian, sang kesadaran akan selalu terasah
    dari sang titik satu dengan yang lainnya dan berguna bagi yang mau memahaminya. Maka, proses menuju Nusantara Jaya menjadi sebuah janji yang takkan pernah diingkari, karena lahir dari SANUBARI.
    Bukan dari satu atau puluhan Titik yang berkarya, Tapi dari puluhan/ratusan juta yang terdidik.

    Semoga Kasih dan Damai menyertai kita

    Salam Perjuangan…

    Balas

  8. kangBoed
    Apr 26, 2009 @ 03:40:02

    hahaha……….. saudaraku hidup adalah sebuah pilihan untuk mencipta dan berkarya, alangkah baiknya dan teramat baiknya jika semua itu sudah berlandaskan sang Maha Suci….. hmm…. alangkah baiknya kalu menurut saya yang bodoh adalah masuk kedalam sang diri tersebut sebelum kita keluar dari diri… jalan kedalam adalah jalan yang tersingkat dan terpendek…. yayaya seolah sang diri ini tertekuk dan terbungkuk masuk menjadi setitik cahaya dibawah uluhati…. sampai menemukan batas pertemuan dua buah lautan yayaya black hole…… hmm… keemasan…. setitik cahaya dalam lautan cahaya….. hanya masuk dan masuk sehingga aku hilang apa yang didapatkan eee gak ada…. hanya beroleh Kesadaran Diri Sejati… tak lain dan tak bukan…. hingga saatnya tiba kita melangkah keluar diri menyelaraskan dengan alam semesta dan membuka dimensi…. hmm sekaligus melangkah dan berjalan untuk menjalankan sebuah dharma dan semua hanya berlandaskan Lillahitaalla karena sang diri sudah melangkah tanpa fikir, tanpa rasa perasaan, tanpa rasa kesadaran…. hmm…. tapi murni…. yayaya… murni setiap langkahnya dipimpin oleh Kesadaran Diri Sejati yang sudah disisinya saat dia menembus garis batas antara hidup dan mati…… inilah jiwa jiwa yang sudah terbebaskan inilah hidup sebenar benarnya hidup, semakin hidup bertambah hidup… karena setiap geraknya sudah digerakkan oleh HIDUP itu sendiri dan maujudnya adalah ILMU…. yayaya ILMU yang HIDUP karena dari Yang Maha Hidup…. hmm… yayaya…. semua adalah pilihan mau olah kedalam maupun keluar……..
    Salam Sayang

    Balas

  9. Rina 84
    Apr 27, 2009 @ 04:11:45

    hehehe…

    mas-mas ini pada pandai berargumentasi…

    kalau begitu, boleh dong minta saran / nasehat nya.
    1. bagaimana belajar & tehnik menuju Allah yg terbaik, efisien dan efektif ???
    2. bagaimana caranya hidup sukses didunia dan akhirat ???
    3. bagaimana tehnik untuk mempercepat dan mengembangkan dan meningkatkan kesadaran diri menuju KESADARAN SEJATI ???

    kalau bisa syarat , laku atau tata caranya jangan pake ribet alias susah banget… selarang kan jaman modern. Nah gimana nich yang pada ahli spritualnya … kasih masukan dong bos ….!

    makasih ya sebelum dan sesudahnya…

    Balas

  10. Fitri
    Apr 28, 2009 @ 07:55:10

    Mentang-mentang orang jawa, ngomongnya juga pke bhs jawa melulu.

    Balas

  11. Fitri
    Apr 28, 2009 @ 07:59:37

    To kang boed
    jawab tuh pertanyaan dari rina

    Balas

  12. mrsabdopalon
    Mei 07, 2009 @ 12:58:39

    On April 27, 2009 at 4:11 am Rina 84 Said:

    hehehe…

    mas-mas ini pada pandai berargumentasi…

    kalau begitu, boleh dong minta saran / nasehat nya.
    1. bagaimana belajar & tehnik menuju Allah yg terbaik, efisien dan efektif ???
    2. bagaimana caranya hidup sukses didunia dan akhirat ???
    3. bagaimana tehnik untuk mempercepat dan mengembangkan dan meningkatkan kesadaran diri menuju KESADARAN SEJATI ???

    kalau bisa syarat , laku atau tata caranya jangan pake ribet alias susah banget… selarang kan jaman modern. Nah gimana nich yang pada ahli spritualnya … kasih masukan dong bos ….!
    —————————————————–

    Salam Kasih u/ saudariku rina

    Ilmu dan pengetahuan yg dimiliki oleh manusia sebagai makhluk Gusti sangatlah bersifat sementara dan tidak kekal, bahkan di bandingkan dengan Sang Gusti sangatlah tak berarti. Tetapi dilain pihak ada satu hikmah besar yang perlu kita pahami dan sadari, bahwa ditengah keterbatasannya pengetahuan yg dimiliki oleh manusia mengindikasikan agar kita sebagai makhluk yg lemah dan bersifat fana’ agar selalu eling lan waspodo, tahu diri, serta saling mengisi antara satu dengan yg lainnya. Sehingga akan timbullah rasa saling membutuhkan, saling kasih dan sayang, saling menghormati dan menghargai, serta banyak lagi perbuatan baik lainnya. Jika semua itu sudah berjalan selaras dan seimbang, maka terciptalah harmonisasi dalam hidup dan kehidupan.

    Sekedar untuk menjawab beberapa pertanyaan dari saudari rina diatas, setidaknya menjadi pelepas dahaga walaupun tidak mengenyangkan. Tetapi jika disadari akan menjadi mengenyangkan.

    1. bagaimana belajar & tehnik menuju Allah yg terbaik, efisien dan efektif ???

    ** Untuk mengetahui jalan dan teknik menuju Allah dapat di pelajari dari beberapa jalan :

    1. Melalui perantara seorang Guru Mursyid
    Mereka adalah orang2 yang sudah lulus pengetahuannya dan tahu ditahunya. Walaupun sebenarnya untuk mencari orang2 ini sangatlah sulit, seperti mencari intan di lautan lumpur. Tetapi jika niatan dan tekad sudah bulat, maka pastinya ada jalan kemudahan untuk mencarinya. Karena Tuhan pastilah akan memberikan jalan dan petunjuk kepada para hambanya yg baik2.
    Para orang2 mulia ini pun berbeda cara mengajarkan pengetahuannya, tergantung dari pengetahuan yang dimilikinya. Jangan terlalu mempersoalkan apa dan siapa yang mengajarkan, tetapi lihatlah apa yang bisa dia ajarkan. Selama itu sesuai dengan nilai2 dan norma kebaikan maka, insya Allah itu menuju jalan yg di ridhoinya.

    2. Melalui langsung dari bimbingan, hikmah dan petunjuk dari Gusti.

    Umumnya, orang2 mulia semacam ini sudah sangat jarang kita temukan, bahkan langka. Karena orang2 semacam ini adalah para kekasih Gusti yang mendapat rahmat dan hidayah dari Nya.

    Banyak sekarang kita temukan orang2 yang di temui, hanyalah sebuah fatamorgana dalam dunia spiritualis. Mereka mengajarkan nilai2 kebaikan, tetapi pada akhirnya malah menyimpang dari ajaran dan nilai2 luhur agama. Oleh karena itu telititah sebelum membeli ( hehehe… kayak pembeli aja yang mau membeli barang dagangan ).

    3. Melalui sarana buku atau media informasi lainnya. Akan tetapi perlu diketahui, bahwa cara ini belumlah sempurna. Karena tidak ada seorang guru mursyid yg memberikan bimbingan dan petunjuk serta rambu2 yang jelas. Sehingga sangat beresiko tinggi akan terjadi penyimpangan atau bahkan ketersesatan.

    Menurut hemat saya, bahwa untuk mencapai kesempurnaan itu haruslah mengetahui 3 Aspek penting, yaitu :

    a. Aspek Ontologi ( pengetahuan untuk memuaskan akal fikir manusia ). Dan untuk saat ini mohon ma’af saya tidak menjabarkannya, karena diperlukan adanya bimbingan khusus yang lebih mendalam agar tidak salah persepsi.
    Jika ingin tahu lebih lanjut, tanyalah pada orang yang sudah tahu ditahunya.

    b. Aspek Epistimologi ( cara dan teknik untuk mencapai tujuan tersebut ). Banyak cara yang bisa dilakukan untuk hal itu. Tetapi, agar hasilnya cepat, efisien dan efektif maka yang perlu kita lakukan adalah “diam”.

    Diam yang bukan sembarang diam, bukan diam yang tanpa makna dan hasil, tapi “diam” yang mempunyai berjuta makna dan hasil.
    Hal ini bisa dilakukan oleh apa dan siapa saja orang tersebut, tanpa memandang SARA. Siapapun orangnya, jika sudah mendapatkan hidayah dari Gusti, maka takkan tertutup hijab atasnya. Oleh karena itu, berbahagialah orang2 yang mendapat hidayah dari Nya.
    Banyak cara atau teknik yang bisa dilakukan, akan tetapi berdasarkan pengalaman dari kami, bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka perlu dilakukan cara tertentu.

    Salah satu tekniknya dengan :
    – duduk ( posisi meditasi, badan tegak dan kedua tangan diatas paha ).
    – atau tidur berbaring.

    Kondisi tubuh diam, tidak tegang, pasrahkan semuanya hanya kepada Nya. Lalu biarkan tubuh kita merasakan energi dan sensasi yang menyelimuti jasad kita. Ingat semua itu harus dalam keadaan sadar, tidak tidur.

    Jika sudah sempurna, maka hasil maksimal yang bisa di capai selain tubuh fisik menjadi bugar, tenang, damai dan tentram. Maka, Hikmah atau pengetahuan, Rahmat dan Hidayah akan di dapat dari Gusti Langsung. Untuk mendapatkan hasil yg maksimal, maka di perlukan bimbingan dan arahan langsung dan khusus dari seorang Guru Mursyid.

    c. Aspek Aksiologi ( Manfaat atau fungsi yang dihasilkan atas suatu cara )

    Untuk mengetahui aspek ini, maka tergantung dari seseorang melakukan suatu cara tersebut. Walaupun mungkin banyak cara yang dilakukan, tetapi pada intinya hanya itu-itu juga. Terserah anda2 melakukannya.

    Mengenai epistimologi yang saya sarankan diatas, selain tenang, nyaman, damai, tentram, pikiran plong, dan berbagai sensasi lainnya yg dapat di rasakan. Dan TOP LEVELnya, akan mendapatkan HIDAYAH dan RAHMAT LANGSUNG DARI GUSTI.

    Bagaimana menurut anda ? hemat, efisien dan praktis bukan!!!

    2. bagaimana caranya hidup sukses didunia dan akhirat ???
    ** Untuk mencapainya bisa di pelajari dengan beberapa cara. Baik Langsung maupun melalui sarana, seperti di jelaskan diatas.

    Apapun caranya, agar lebih maksimal hasilnya. TANAMKANLAH KEPASRAHAN DAN KEIKHLASAN HANYA KEPADANYA. Karena dengan begitu, engkau akan selalu berada dalam bimbingan Nya.
    Beberapa sifat yang harus dipersiapkan untuk itu antara lain :

    – PANTANG MENYERAH
    – MELAKUKAN HAL YG TERBAIK
    – SEMANGAT HIDUP UNTUK MAJU DAN MANDIRI
    – POSITIF THINKING
    – PASRAH
    – DAN IKHLAS

    3. bagaimana tehnik untuk mempercepat dan mengembangkan dan meningkatkan kesadaran diri menuju KESADARAN SEJATI ???
    ** Banyak cara pula yg bisa dilakukan untuk mencapai hal ini.
    Menurut kami, alangkah lebih baik bagi siapa saja yang ingin meraihnya di awali dengan memahami dan melaksanakan nilai2 ajaran agamanya masing2. Setelah itu mempelajari ILMU JATI DIRI atau lebih di kenal dengan ILMU SANGKAN PARANING DUMADI.

    OLEH KARENA ITU, MARILAH KITA BELAJAR PADA ORANG2 YANG SUDAH LULUS PENGETAHUANNYA DAN TAHU DITAHUNYA.
    Selama Gusti, masih memberikan kesempatan kepada kita yaitu dengan di tandai dengan nafas dan ruh yang menempel di jasad ini.

    SALAM KASIH DAN DAMAI UNTUK KITA SEMUA.

    Balas

  13. gambuh
    Mei 22, 2009 @ 17:18:16

    AKUR BOS tansah ELING LAN WASPODO kenali diri dari ujung rambut until ujung kaki DIAM/PASRAH bukan berarti tidak bekerja dan berusaha…matur sembah nuwun

    Balas

  14. mrsabdopalon
    Mei 25, 2009 @ 12:00:00

    enggeh kang mas,…

    lam kenal..

    Balas

  15. urang legok muncang
    Agu 27, 2009 @ 02:26:54

    Sampurasun

    Moga moga kasih dan pengampunan dari Hyang Maha Kasih yang bersemayan dalam batin kita memuwujud dalam bocah angon itu

    moga moga, bocah angon telah tiba waktu untuk datang, tentu dia butuh bantuan dari semua jati diri yang mencintai damai di bumi Sunda Raya alias Nusantara Raya alias Indonesia raya

    Sebab bocah angon hanayalh simbol-sabda manjelma saja saja…jadi hanyalah seperti seperti “air pancingan” seperti dalam mesin pompa air, jadi sekedar menjadi “air pancingan” supaya potensi jati diri seluruh bangsa yang di injak injak dan di penjara oleh para durjana itu bisa muncrat ke mayapada lalu memberi air hidup dan saling menghidupi sesama dan semesta di mayapada dan menjadi tanda & saksi keagungan dan kasih setia Hyang Maha Kasih

    waduh…balas pantun dari mrsabdopalon & Kang Boed hebat pisan…saya jadi banyak belajar terima kasih

    dari semua ada yang ikut Facebook…jadi bisa liat wajah masing masing, maklum bukan orang sakti yang bisa nerawang eeuyy perlu alat yang bisa dilihat pake panca indra🙂

    salam
    urang legok muncang

    Balas

  16. mrsabdopalon
    Sep 12, 2009 @ 11:47:27

    Salam Kasih dan Damai u/ kita semua…

    hemmm,… alam sudah memberikan isyarat tanda perubahan zaman…, mungkin kiranya kita selalu eling lan waspodo serta jaga diri dan sanak sekeluarga,… karena alam akan memberikan tanda kembali sehingga akan terjadi kejadian2 yang menyusul, sehingga dapat memakan banyak korban jiwa dan kerugian baik materil maupun non materil.

    Mari kita agar selalu belajar menanam setitik demi setitik kebaikan kapan saja dan dimana saja kita berada apalagi disertai dengan keikhlasan, karena itu merupakan energi yang tak dapat terbeli tuk melindungi diri dari marabahaya dan menarik kasih dan berkah Tuhan.

    Salam…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: